Showing posts with label Sevendream City. Show all posts
Showing posts with label Sevendream City. Show all posts

Wednesday, July 31, 2019

Mendongkrak Potensi Kopi Jember


Bingung cari TOKO BAJU GAMIS JEMBER, ya di Muslim Mode

“Lain daerah lain kopinya, Lain kebun lain rasanya”, mungkin demikian adagium yang bisa menggambarkan karakteristik komoditas kopi. Berdasarkan spesiesnya, sebenarnya hanya ada dua jenis kopi yang terkenal di dunia, yakni Kopi Arabika dan Kopi Robusta. Namun kondisi tanah, iklim, dan ketinggian wilayah merupakan beberapa faktor yang dapat mempengaruhi cita rasa kopi yang dihasilkan. Sehingga meskipun jenis kopi yang ditanam merupakan spesies yang sama, namun cita rasa dan keunikan kopi yang dihasilkan boleh jadi berbeda. Kekayaan alam dan keunikan kondisi geografis Indonesia, membuat Indonesia memiliki banyak jenis kopi berdasarkan kekhususan wilayahnya.

Bingung cari MODEL MUSLIM TERBARU JEMBER, ya di Muslim Mode

Sebut saja beberapa jenis kopi nusantara yang terkenal, bahkan sampai mendunia antara lain: Kopi Luwak, Kopi Gayo dari Aceh, Kopi Kintamani dari Bali, Kopi Toraja dari Sulawesi Selatan, Kopi Java Ijen Raung dari Bondowoso, Kopi Rangsang Meranti dari Riau, Kopi Bajawa dari Flores, Kopi Temanggung dari Jawa Tengah, Kopi Mandailing dari Sumatera Utara, Kopi Gunung Puntang dari Jawa Barat, Kopi Tanggamus dari Lampung, dan lain sebagainya. Jember sebagai salah satu daerah yang sejak lama telah dikenal sebagai penghasil kopi, juga memiliki jenis kopi dengan kekhususan dan keunikan tersendiri, yang jika dikembangkan dengan serius berpotensi untuk menjadi kopi yang mendunia. Berikut ini produk kopi khas Jember yang perlu diketahui:

Kopi Rengganis

Bingung cari KOLEKSI BAJU TERBARU JEMBER, ya di Muslim Mode

Kopi ini merupakan salah satu kopi kopi khas Jember yang dihasilkan dari biji kopi yang ditanam di Lereng Argopuro. Nama Rengganis diambil dari yang nama puncak dari Gunung Argopuro, yang juga merupakan nama seorang dewi berparas cantik jelita dalam salah satu Legenda Jawa. Selain karakter tanah, ketinggian, dan iklim dimana kopi ini ditanam, hal lain yang menjadikan kopi ini berbeda adalah teknik yang dipakai dalam memanen dan mengolah biji kopi hasil panen.

Bingung cari FASHION BUSANA MUSLIM JEMBER, ya di Muslim Mode

Kopi Rengganis dipanen dengan menggunakan metode modern. Metode modern disini tidak berarti menggunakan alat-alat modern, tetapi menggunakan cara dan memperhatikan standar modern dalam pemanenan biji kopi yang disebut Sistem Honney. Sistem pemanenan ini dilakukan dengan benar-benar memperhatikan warna buah kopi yang sudah matang. Buah kopi yang sudah dipanen akan dipisahkan dari kulitnya dan dipotong, namun daging buah tidak dipisahkan dari biji kopi. Proses pengeringannya dilakukan selama 2 minggu jika mendapat cahaya matahari terus menerus. Namun jika musim penghujan, proses pengeringan bisa berlangsung selama 4 bulan. Inilah yang menjadikan keunikan cita rasa Kopi Rengganis.

Bingung cari TOKO BAJU GROSIR JEMBER, ya di Muslim Mode

Keberadaan Kopi Rengganis, berikut keunikan cita rasanya menjadi daya Tarik tersendiri bagi para penikmat kopi, sekaligus berpotensi menjadi salah satu ikon Kabupaten Jember. Meskipun kopi ini memiliki ciri khas dan keunikan rasa, namun harga Kopi Rengganis masih tergolong murah. Harga 1 kg Kopi Rengganis hanya dibanderol dengan harga mulai dari Rp 25.000 saja untuk biji hijau, sedangkan untuk kopi yang sudah diolah dan disangrai menapai Rp 50.000 hingga Rp 60.000 ribu per kilonya. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan lahan dan kurangnya edukasi terhadap petani tentang proses pengolahan kopi.

Kopi Kahyangan

Bingung cari TOKO BAJU MURAH JEMBER, ya di Muslim Mode

Kopi ini dihasilkan dari perkebunan kopi yang dikelola oleh Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Kahyangan, yang merupakan salah satu Perusahaan BUMD di Jember. Kopi ini merupakan salah satu produk kopi khas Jember yang nampaknya perlu mendapat perhatian secara lebih serius dari pemerintah daerah dalam upaya memajukannya. Meskipun memiliki aroma dan cita rasa yang cukup baik, namun kopi ini agaknya kesulitan menghadapi persaingan berat dengan jenis kopi-kopi lain yang ada. Selain itu, surutnya produk kopi ini juga karena terkena imbas dari pengelolaan PDP Kahyangan yang terkesan kurang profesional bahkan salah urus sehingga mengakibatkan kerugian terus-menerus beberapa tahun terakhir ini. Biaya operasional di PDP Kahyangan mencapai Rp3,6 miliar setiap bulan, sedangkan pendapatan dari sejumlah komoditas hanya Rp1,6 miliar, sehingga kerugiannya sebesar 2 miliar per-bulan.  Dengan kondisi keuangan semacam itu, PDP Kahyangan tentu sulit memenuhi target agar bisa menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 3,5 miliar.

Bingung cari FASHION HIJAB TERBARU JEMBER, ya di Muslim Mode

Belum lagi permasalahan Tagihan pembelian karet 159 ton kepada PT. Nanggala Mitra Lestari (PT. NML) Surabaya senilai Rp 3,9 milyar lebih dan uang senilai Rp 1 miliar yang dipinjam oleh manajemen Persid yang belum dibayar menambah kemelut permasalahan di PDP Kahyangan. Beruntungnya pada awal tahun 2018 kasus tersebut berhasil diselesaikan di Kejaksaan Jember. PT Nanggala akhirnya bersedia membayar utang pada PDP Kahyangan hutang senilai Rp 3,9 milyar dengan cara mengangsur minimum Rp 300 juta setiap bulan yang akan dimulai bulan Maret 2018.

Bingung cari BAJU MUSLIM MURAH JEMBER, ya di Muslim Mode

Memang untuk memajukan Kopi Kahyangan nampaknya diperlukan langkah-langkah yang tidak mudah. Upaya tersebut antara lain perlu diawali dengan penuntasan kemelut permasalahan yang diikuti penataan menejemen dan pengelolaan yang lebih profesional pada institusi PDP. Sedangkan berkaitan dengan produk Kopi Kahyangan, dibutuhkan kreativitas dan inovasi lebih dalam meningkatkan nilai unggul kopi ini disertai upaya lebih keras dalam mengenalkan dan memasarkan produk Kopi Kahyangan, sebagai produk kopi lokal Jember.

Bingung cari KOLEKSI BAJU MUSLIM JEMBER, ya di Muslim Mode

Menengok Sentra Kopi Luwak Jember



Bingung cari TOKO BAJU GAMIS JEMBER, ya di Muslim Mode

Kopi Luwak merupakan komoditas asli nusantara yang telah mendunia, bahkan dinobatkan sebagai kopi eksotis dan termahal di pasaran dunia. Siapa sangka jika kopi ini asalnya ditemukan secara tidak sengaja saat penerapan kebijakan tanam paksa kopi pada masa Pemerintahan Kolonial Hindia Belanda. Sebagai komoditas yang mahal di pasaran Eropa kala itu, kopi hanya bisa dinikmati oleh orang Eropa atau kalangan elit priyayi. Adapun rakyat pribumi, Pemerintah Belanda tidak mengizinkan mereka memetik apalagi ikut menikmati seduhan kopi. Untuk bisa menikmati kopi, rakyat yang bekerja sebagai buruh perkebunan, hanya bisa memunguti biji kopi yang tercecer dan bercampur dengan kotoran luwak. Kopi rakyat yang terolah dari kotoran luwak tersebut ternyata justru memiliki cita rasa yang lebih nikmat dari kopi biasa yang dinikmati oleh kalangan elit. Kabar kenikmatan kopi Luwak akhirnya mengundang keingintahuan kalangan elit untuk mencicipinya. Dari sinilah akhirnya kopi luwak, yang awalnya merupakan kopi kalangan buruh perkebunan dan rakyat jelata pada era kolonial, berikutnya berubah menjadi kopi elit dan termahal di pasaran dunia.

Bingung cari MODEL MUSLIM TERBARU JEMBER, ya di Muslim Mode

Karena berbahan biji kopi yang keluar lewat anus binatang bahkan bercampur dengan kotorannya, maka olahan kopi ini sempat dilematis halal ataukah haram hukum mengkonsumsinya. Dalam tinjauan fiqh klasik, apapun yang keluar dari anus (manusia ataupun binatang), entah wujudnya telah berubah menjadi kotoran ataupun masih utuh seperti aslinya, maka hukumnya haram. Namun setelah permasalahan ini dikaji dalam komisi fatwa dengan menghadirkan dan mendengar penjelasan dari ahli kopi, ahli pangan, dan dokter hewan, akhirnya MUI memutuskan bahwa biji kopi Luwak bukanlah barang yang najis, melainkan berstatus mutanajis, yakni barang yang asalnya suci namun terkena najis.

Bingung cari KOLEKSI BAJU TERBARU JEMBER, ya di Muslim Mode

Menurut penjelas para ahli yang dihadirkan, Luwak sebenarnya hanya mengkonsumsi bagian daging buah kopi yang berwarna merah yang nantinya dikeluarkan sebagai kotoran Luwak. Adapun bagian biji kopi, meskipun ikut dikeluarkan sebagai kotoran Luwak, namun tetap sebagai biji kopi biasa. Sistem pencernaan Luwak yang sederhana membuat biji kopi tak ikut terproses dalam sistem pencernaan Luwak. Dengan proses pencucian dan penyucian yang benar, maka biji kopi yang berstatus mutanajis tersebut bisa menjadi suci dan produk makanan olahan dari biji kopi tersebut menjadi halal untuk dikonsumsi. Proses pencucian dilakukan untuk memisahkan biji kopi dari kotoran bekas tanah ataupun bekas kotoran Luwak. Setelah melalui proses pencucian dan dipastikan biji kopi benar-benar bersih, selanjutnya adalah penyucian biji kopi dengan membilasnya menggunakan air suci sebanyak 7 kali.

Bingung cari FASHION BUSANA MUSLIM JEMBER, ya di Muslim Mode

Jember merupakan salah satu daerah yang terkenal dengan produksi Kopi Luwaknya, baik dari Jenis Arabika maupun Robusta. Salah satu sentra produksi Kopi Luwak di Jember terdapat di Desa Nogosari Kecamatan Rambipuji. di lokasi tersebut terdapat Pondok al-Hafidzi yang dulunya didirikan oleh Hafidz bin Utsman. Namun masyarakat sekitar lebih familiar dengan sebutan Pondok Bun Prink. Lokasi Pondok Bun Prink di Desa Nogosari berada di area sekitar perkebunan kopi yang dikelola oleh Puslitkoka Jember. Masyarakat di sekitar perkebunan kopi Desa Nogosari awalnya menganggap keberadaan Luwak di kebun kopi sebagai hama yang mengganggu tanaman kopi. Namun pada tahun 2011, Hendi Burahman yang mengubah persepsi masyarakat tentang binatang Luwak yang awalnya dianggap hama, kini menjadi sahabat yang mendatangkan keuntungan tersendiri bagi masyarakat di Desa Nogosari. Ia juga menjadikan Pondok Bun Prink tidak sekedar sebagai pondok biasa, namun juga sebagai salah satu sentra produksi Kopi Luwak Jember.

Bingung cari TOKO BAJU GROSIR JEMBER, ya di Muslim Mode

Kopi Luwak Bun Prink diperoleh dari Luwak liar, sehingga kualitasnya lebih baik dari pada Kopi yang didapat dari Luwak yang dipelihara. Namun karena diperoleh dari Luwak liar, maka produktivitas kopi Luwak yang dihasilkan pun amat terbatas, per-bulan Bun Prink hanya bisa menghasilkan 1-2 kwintal kopi. sedangkan pada musim panen kopi, Bun Prink bisa menghasilkan sampai 10 kwintal sebulan. Dalam proses pencucian biji kopi yang masih tercampur dengan kotoran Luwak, Bun Prink memperhatikan standar MUI. Pengolahan biji kopi di Bun Prink yang menggunakan cara tradisional, tidak karena keterbatasan alat dan teknologi, melainkan hasil olahan secara tradisional dipercaya memiliki cita rasa dan kualitas yang lebih baik dibanding hasil olahan dengan cara modern. Sampai kini Bun Prink telah mengekspor produknya ke luar negeri, seperti: Malaysia, Singapura, Korea, Taiwan, Tiongkok, dan Rumania.

Bingung cari TOKO BAJU MURAH JEMBER, ya di Muslim Mode

Kopi Unik Dari Jember Itu Bernama Koplak


Bingung cari TOKO BAJU GAMIS JEMBER, ya di Muslim Mode

Jika buah salak diolah menjadi kripik atau makanan olahan lain, tentu hal itu sudah tidak terlalu aneh bagi yang melihatnya. Namun jika biji salak diolah menjadi minuman kopi, hal ini mungkin terasa agak unik. Bustomi, salah seorang warga Semboro Jember mengubah biji salak yang tidak memiliki nilai ekonomis, menjadi sejenis minuman kopi yang ia sebut dengan “Koplak”, alias Kopi Biji Salak. Agar mudah dikenal oleh konsumen, ia menamainya “Koplak”, alias “Kopi Salak”. Keunggulan Koplak tersebut, tentu terdapat pada nilai kreatif, inovatif, dan ekonomisnya. Selain itu, karena tidak terbuat dari biji kopi, tentu kopi KW tersebut bebas kafein dan juga tidak menimbulkan efek perut kembung.

Bingung cari MODEL MUSLIM TERBARU JEMBER, ya di Muslim Mode

Inspirasi pembuatan kopi biji salak tersebut datang karena di kampungnya, Dusun Salakan Desa Semboro, terdapat banyak pembuat kue pia berbahan salak. Melihat banyaknya limbah biji salak berserakan, terfikir olehnya apakah mungkin dari biji salak tersebut diolah menjadi sesuatu yang bisa dikonsumsi. Bustomi kemudian mencari tahu lewat internet tentang kandungan biji salak, apakah ia aman jika diolah menjadi bahan pangan. Setelah yakin aman, barulah pada akhir tahun 2015 ia mulai berkreasi membuat Kopi Biji Salak. cara pembuatan kopi ini juga tidak berbeda dengan proses pembuatan kopi pada umumnya. Hanya sebelumnya, biji salak perlu dipotong kecil-kecil agar tidak bagian dalamnya bisa kering ketika dijemur. Penjemuran di bawah terik matahari memakan waktu 5-7 hari. Dari sisi aroma dan rasa, Kopi ini agak unik, aroma seperti jambu muda dan rasanya mirip seperti habis makan salak muda.

Bingung cari KOLEKSI BAJU TERBARU JEMBER, ya di Muslim Mode

Kopi ini pernah diteliti di laboratorium makanan dan Minuman Universitas Jember (Unej). Hasilnya aman, bahkan beberapa orang percaya bahwa kopi tersebut juga dapat menyembuhkan diare, asam urat, hipertensi dan dapat menyehatkan pinggang dan lambung, serta berfungsi untuk ketahanan tubuh. Bustomi sendiri mangaku mampu menjual 150 karton perbulan. Per-kartonnya berisi 150 gram bubuk kopi biji salak. Kopi tersebut kini telah dijual di beberapa minimarket di Jember dan outlet oleh-oleh khas Jember dengan harga kisaran Rp 15.000. Penjualan secara online pun telah sampai ke Jakarta dan NTB.

Bingung cari FASHION BUSANA MUSLIM JEMBER, ya di Muslim Mode

Bustomi ternyata bukanlah satu-satunya penemu inspirasi kopi biji salak, warga Jember lainnya, Nuril Anwar juga merupakan orang yang mendapat inspirasi itu, Sebelumnya, pada tahun 2013 Nuril Anwar menekuni usaha produksi olahan kripik salak. Ia bahkan telah mematenkan kopi biji salak tersebut dalam daftar merek produksi Q-Ecco yang ia dirikan. Kopi tersebut juga pernah ditampilkan pada Expo 2017 di Kota Malang. Pemasaran kopi biji salak olahan Nuril Anwar tersebut tidak hanya di Jawa, tetapi juga sudah sampai Bali. Dari penjualan kopi biji salak tersebut, Nuril dapat memperoleh omzet 90 juta per-bulannya. Ke depan ia berusaha agar pemasaran kopi yang telah ia patenkan tersebut merambah ke pasar dalam dan luar negeri, tentunya setelah melalui proses pengujian di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), yang tengah ia perjuangkan. Setelah berhasil dengan pengolahan daging buah dan biji salak, Nuril Anwar kini bersama Politeknik Negeri Jember tengah meneliti tentang kemungkinan pemanfaatan kulit ari salak.

Bingung cari TOKO BAJU GROSIR JEMBER, ya di Muslim Mode