Showing posts with label Sewa ruang kantor murah di Jember. Show all posts
Showing posts with label Sewa ruang kantor murah di Jember. Show all posts

Sunday, July 7, 2019

Jember Fashion Carnival (JFC)



Tanpa perlu dijelaskan, orang Jember pasti akan langsung tahu apa itu Jember Fashion Carnival atau JFC. JFC digagas oleh Dynand Fariz, seorang perancang busana kelahiran Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo Jember. Orang Jember patut bangga karena JFC tidak hanya sekedar menjadi pertunjukan karnaval lokal, melainkan telah menjadi ajang berlevel nasional. Presiden Jokowi pernah hadir di pagelaran JFC tahun 2017. JFC bahkan telah menjadi ajang event internasional. Hal ini terbukti bahwa JFC menduduki peringkat pertama sebagai karnaval terbaik se-Asia dan peringkat ketiga di dunia, setelah Rio de Janiero Carnival di Brasil dan Pasadena Flower Carnival di Los Angeles Amerika Serikat.

Perlu Sewa ruang meeting di Jember, Sevendream City (SDC) solusinya


Karnaval JFC digelar pertama kali tahun 2003, hingga kini JFC akan memasuki perhelatan ke-18 kalinya. Pada tahun 2019 ini, JFC sedianya akan diselenggarakan 31 Juli hingga 4 Agustus mendatang, rencananya akan diikuti oleh 6000 orang peserta. Tahun ini, JFC mengambil tema “Tribal Grandeur” atau “Keagungan Suku-Suku Bangsa”. 

 Perlu Sewa ruang kantor murah di Jember, Sevendream City (SDC) solusinya


Tema ini akan menampilkan rancangan fashion carnival dari 8 suku terkemuka di dunia, termasuk di Indonesia. Suku-suku bangsa yang akan diangkat antara lain Suku Aztec dari Mexico, Suku Mongol dari Mongolia, Suku Zulu dari Afrika Selatan, Suku Viking dari Norwegia, Suku Karen dari Thailand, Suku Hudoq atau Dayak Kalimantan Timur dan Minahasa dari Indonesia Serta Suku Polinesia. Menteri Pariwisata, Arief Yahya mengapresiasi keberadaan festival karnaval produk Jember tersebut dan berharap agar kehadirannya mampu menginspirasi festival karnaval lainnya di daerah untuk mampu mencapai level serupa.

Perlu Sewa virtual office murah di Jember, Sevendream City (SDC) solusinya


Namun sayang perhelatan JFC ke-18 pada Agustus mendatang, akan berlangsung tanpa keikutsertaan presiden sekaligus pendirinya. Dynand Fariz, sang pendiri meninggal dunia pada 17 April 2019 di RS Jember Klinik karena infeksi saluran pernafasan di usia 55 tahun. Dynand Fariz  meninggal dengan mengukirkan karya besar yang membanggakan masyarakat Jember di mata dunia. Namun ada satu cita-cita Dynand Fariz yang belum tercapai yakni terwujudnya Museum Karnaval di Kabupaten Jember. ia menginginkan Jember memiliki sebuah museum yang nantinya memajang aneka kostum karnaval yang pernah ditampilkan oleh JFC dan karnaval-karnaval di kota lain di Indonesia.

Sewa tempat usaha murah di Jember, Sevendream City (SDC) solusinya

Wednesday, July 3, 2019

Beberapa Destinasi Wisata Menarik di Jember



Beberapa Destinasi Wisata Menarik di Jember

Meskipun bukan sebagai kota metropolitan, namun Jember merupakan kota yang perlu diperhitungkan dalam hal destinasi wisata yang dimilikinya. Jember memiliki destinasi wisata baik yang berupa destinasi wisata alam, destinasi wisata budaya dan edukasi. Destinasi wisata alam umumnya berupa tempat yang menyediakan pemandangan alam yang indah dan masih asri baik itu berupa sungai, pantai, pegunungan, hutan, dan lain sebagainya. Sedangkan destinasi wisata edukatif bisa jadi berupa tempat yang menyediakan item-item yang mengandung unsur edukatif atau sarat akan nilai-nilai budaya lokal. Destinasi wisata semacam ini bisa jadi tidak menitikberatkan pada tempat, namun berupa event, kegiatan, atau acara yang mengandung nilai-nilai edukatif. Ada banyak destinasi wisata alam di Jember, namun artikel ini tidak bermaksud untuk memaparkan semua destinasi wisata yang ada di Jember, namun hanya akan menyebutkan beberapa destinasi wisata saja sebagai perwakilan. Destinasi yang ditulis dalam artikel ini, beberapa diantaranya berupa destinasi wisata alam dan beberapa yang lainnya berupa destinasi wisata edukatif. Berikut ini beberapa destinasi wisata di Jember yang menarik untuk dikunjungi:

SJ88

Wisata ini menyediakan pemandangan alam eksotis dari ketinggian bukit yang terletak di Desa Sucopangepok Kecamatan Jelbuk Jember. Akronim SJ88 bermakna Sucopangepok Jember 88. Kenapa 88? Ternyata angka itu adalah ketinggian bukit tersebut dari atas permukaan laut. Selain akronim nama tersebut, objek wisata ini juga dikenal dengan sebutan bukit di atas awan. Memang untuk mencapai lokasi, pengunjung harus agak bersusah payah dengan berjalan kaki terlebih dahulu melalui jalan mendaki. Dari tempat penitipan kendaraan, pengunjung harus berjalan kurang lebih sekitar 30-45 menit. Selain itu untuk menaiki batu puncak bukit SJ88, perlu berhati-hati karena bebatuan yang agak licin, khususnya ketika musim hujan. namun setelah berhasil mendaki puncak bukit, lelah letih 30 mendaki terbayar oleh spot pemandangan yang memukau. Selain menyediakan spot pemandangan yang menawan, objek wisata SJ88 juga memiliki wahana spot foto, rumah pohon, dan tanjakan payung. Objek wisata ini kini dikelola dengan baik oleh perhutani Jember sebagai salah satu destinasi wisata di Jember.

Teluk Love

Satu dari deretan destinasi wisata di Jember yang hingga kini banyak dikunjungi para pelancong adalah Teluk Love. Dengan melihat potret pemandangannya dari atas Bukit Suroya, anda akan segera tahu, mengapa objek wisata ini dinamai Teluk Love. Teluk ini yang terletak di Desa Sumberrejo, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember sebenarnya merupakan bagian dari objek wisata Pantai Payangan. Setidaknya ada 3 spot pemandangan eksotis yang bisa anda nikmati sekaligus di tempat ini. Spot yang pertama adalah gugusan 4 pantai, 3 bukit, dan sebuah pulau yang terangkai menjadi satu menyerupai bentuk hati. Karena bentuknya yang demikian, maka tempat ini memiliki kesan romantis, khususnya bagi kalangan muda-mudi. Spot yang kedua, adalah hamparan perairan Samudra Hindia yang begitu luas, sehingga dipenghujungnya seolah ia menyatu dengan langit. Spot yang ketiga adalah keindahan sunrise maupun sunset yang nampak di barisan perbukitan Meru Betiri.

Masjid Roudhotul Muchlishin

Hal yang menarik dari masjid yang terletak di Kelurahan Kaliwates Jember tersebut adalah arsitektur bangunannya yang mewah dan bercita rasa timur tengah. Masjid yang berdiri di area lahan seluas 2000 meter persegi tersebut diresmikan oleh KH. Ma’ruf Amin pada 15 Mei 2017. Kemegahan dan eksotisme ornamennya membuat Masjid Roudhotul Muchlisin tidak hanya sekedar menjadi tempat singgahan untuk sekedar menjalankan sholat, tetapi juga menarik orang yang singgah untuk berselfie sejenak di area masjid. Area pelataran masjid yang begitu luas menjadi kenyamanan sendiri bagi pengunjung yang membawa kendaraan. Untuk para pengunjung yang ingin ngopi atau mencari jajanan pengganjal perut, menejemen juga menyediakan stand-stand jajanan yang cukup banyak berjajar di pelataran masjid. Hal inilah yang menjadi daya Tarik tersendiri bagi para pelancong lokal untuk mampir ke Masjid Roudhotul Muchlisin.

Sevendream City

Sevendream City secara harfiah bermakna “Kota Tujuh Impian”. Apa yang ada di benak anda tentang destinasi wisata yang satu ini? Mungkin sebagian anda menghayalkan negeri dongeng dengan para liliputnya. Namun dalam dunia nyata, tentu negeri dongeng semacam itu tidak pernah ada. Namun anda tidak perlu kecewa, karena destinasi wisata yang terletak di Kelurahan Baratan Kecamatan Patrang tersebut menawarkan konsep yang tak kalah menariknya dibanding destinasi wisata lainnya di Jember. Sevendream bisa dikatakan merupakan satu-satunya tempat di Jember yang memiliki konsep ramah terhadap komunitas anak muda. Di Sevendream City (SDC), berbagai macam komunitas diberi tempat, selain untuk berkumpul, kopi darat, dan nongkrong juga kesempatan untuk pengembangan diri dan berkreasi. Salah satu contoh adalah komunitas motor CB Jember yang merupakan salah satu komunitas yang kerap mangkal dan kopi darat di SDC. Pihak SDC berupaya memfasilitasi mereka, sehingga akhirnya mereka bisa mendirikan segmen usaha bengkel motor CB di kawasan SDC. Contoh tersebut diharapkan juga mampu terterapkan kepada komunitas-komunitas lainnya di Jember. Sehingga berbagai komunitas anak muda di Jember, selanjutnya tidak hanya menjadi sekedar komunitas dengan aktivitas kompul-kumpul dan nongkrong saja, namun juga mulai berevolusi menjadi komunitas milenial yang aktif, kreatif, dan produktif. Jika ide besar ini bisa terealisasi dengan baik, tentu SDC tidak hanya menjadi salah satu destinasi wisata an sich, melainkan perlahan akan menjelma menjadi sarana vital dalam rangka mewujudkan insan muda Jember yang kreatif, inovatif, produktif, dan optimis dalam menghadapi tantangan revolusi industry 4.0. SDC menyediakan beberapa fasilitas penunjang dalam rangka menunjang ekonomi kreatif anak muda, antara lain:

Kampung Baca

Satu lagi destinasi wisata di jember yang patut untuk dikunjungi, Kampung Baca yang terletak di Kelurahan Jember Lor Kecamatan Patrang Jember. meskipun berdiri di lahan yang tidak terlalu luas, 700 meter persegi dan juga lokasinya berada di lingkungan perkampunyan yang cukup “nylempit”, namun ternyata sosok Imam Suligi mampu menghadirkan destinasi wisata edukatif yang tidak hanya menarik bagi pengunjung lokal saja, namun juga mampu mengundang perhatian pada level nasional bahkan bagi wisatawan mancanegara. Terbukti, Media Kompas dan Liputan 6 pernah meliput tentang Kampung Baca Jember ini. Destinasi kampung baca berdiri pada tahun 1978, berawal dari ide sederhana Imam Suligi dengan tumpukan koleksi bukunya kemudian menyulap teras rumahnya menjadi perpustakaan kecil bagi warga kampung. Hingga kini, kampung baca telah memiliki lebih dari 10 spot baca dengan koleksi buku yang jauh lebih banyak. Misi edukatif kampung baca menarik instansi setempat (Pemkab Jember, Unmuh, dan Unej) untuk memberikan support. Imam Suligi menuturkan bahwa kehadiran kampung baca telah mendunia, terbukti beberapa waktu yang lalu rombongan akademisi dari Jepang beberapa kali pernah hadir untuk mengadakan penelitian di Kampung Baca.